Kisah Achmad, Petugas Satpol PP yang Viral karena Penertiban Humanis
JAKARTA – Menertibkan warga tidak selalu harus dengan suara keras. Hal itu yang terlihat dari cara Achmad Noer Shaleh menjalankan tugasnya sebagai Kasatpol PP Kelurahan Kuningan Timur.
Dalam sejumlah video yang ia bagikan di media sosial, Achmad terlihat mengajak Pedagang Kaki Lima (PKL) berbicara sebelum melakukan penertiban. Ia menjelaskan aturan, mendengarkan kondisi pedagang, sekaligus menyampaikan solusi yang bisa dilakukan.
Pendekatan tersebut mendapat perhatian warganet. Salah satu video penertiban yang diunggah melalui akun Instagram Satpol PP DKI Jakarta bahkan menembus lebih dari satu juta tayangan. Beberapa video lainnya juga sempat ditayangkan dalam media televisi.
Bagi Achmad, apa yang terlihat dalam video tersebut bukan sesuatu yang dibuat khusus untuk media sosial. Komunikasi dengan masyarakat memang menjadi bagian dari caranya menjalankan tugas.
“Bagi saya, tugas Satpol PP bukan hanya bagaimana menegakkan aturan, tetapi bagaimana kita bisa memberikan pelayanan, edukasi, dan solusi kepada masyarakat. Ketika masyarakat memahami aturan, tentu ketertiban bisa tercipta dengan kesadaran bersama,” kata Achmad di Jakarta, Senin (21/9).
Menurutnya, setiap persoalan di lapangan memiliki kondisi yang berbeda. Karena itu, petugas perlu mendengarkan masyarakat sebelum menentukan langkah.
“Kalau ada persoalan di lapangan, kami tidak langsung melihatnya dari sisi penertiban. Kami coba berkomunikasi terlebih dahulu, mendengarkan masyarakat, kemudian mencari solusi yang terbaik sesuai dengan aturan yang berlaku,” tuturnya.
Dedikasi Achmad dalam menjalankan tugas juga mendapat apresiasi. Dalam rangkaian syukuran HUT ke-76 Satpol PP dan HUT ke-64 Satlinmas, ia terpilih sebagai salah satu petugas berprestasi. Apresiasi tersebut diberikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno melalui pemberian tumpeng.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dan tentu merasa bangga mendapat apresiasi ini. Tapi bagi saya, penghargaan ini bukan untuk diri saya sendiri. Ini menjadi motivasi untuk saya dan teman-teman agar ke depan bisa terus bekerja lebih baik dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Kepala Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Satriadi Gunawan mengatakan, pendekatan humanis memang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas personel Satpol PP. Menurutnya, petugas harus tetap tegas menjalankan aturan, namun juga ramah, rendah hati, komunikatif, dan responsif ketika berhadapan dengan masyarakat.
“Personel Satpol PP harus tetap tegas dalam menjalankan aturan, tetapi juga harus mengedepankan sikap yang humanis, rendah hati, ramah, dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Satriadi.
Bagi Achmad, ketertiban pada akhirnya bukan hanya soal aturan yang dipatuhi, tetapi juga tentang bagaimana petugas dan masyarakat dapat saling berkomunikasi dan bekerja sama.
“Ketertiban itu bukan hanya tanggung jawab Satpol PP. Ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.