Anggota Satpol PP Kebayoran Baru Alami Kekerasan Saat Penataan Parkir Liar dan PKM

Jakarta — Seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kebayoran Baru mengalami luka robek di bagian dahi akibat hantaman helm proyek saat melaksanakan kegiatan penataan parkir liar dan pedagang kecil mandiri (PKM) di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (8/10).

Kegiatan penataan tersebut dilakukan menyusul laporan masyarakat yang berulang kali mengeluhkan gangguan ketertiban akibat parkir liar dan PKM di lokasi tersebut. Penertiban awalnya berjalan lancar hingga selesai.

Situasi kemudian memanas akibat provokasi oleh pekerja proyek yang kendaraannya dikenai sanksi Operasi Cabut Pentil (OCP) oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub). Meskipun sempat mereda, ketegangan kembali terjadi saat petugas hendak meninggalkan lokasi. Sejumlah orang dilaporkan menyiramkan air got dan melemparkan batu ke arah petugas.

Dalam kejadian tersebut, seorang anggota Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru mengalami luka robek di bagian dahi akibat hantaman helm proyek. Korban mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan.

Demi menjaga keselamatan personel dan masyarakat sekitar, petugas berupaya meninggalkan lokasi. Namun, sejumlah pekerja proyek mengejar petugas hingga kawasan lampu merah CSW. Di lokasi tersebut, terjadi dugaan tindakan kekerasan berupa pemukulan terhadap Kepala Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru.

Pasca kejadian, perwakilan manajemen proyek, Bapak Raihan dan Ibu Dewi, menemui Camat Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Pihak manajemen juga menyatakan kesediaannya bertanggung jawab atas kerusakan yang ditimbulkan serta biaya pengobatan anggota Satpol PP yang mengalami luka.

Selain itu, pihak manajemen menyatakan kesediaannya membantu mengidentifikasi pekerja proyek yang terlibat agar dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku.